Timnas Inggris Dinilai Belum Siap Untuk Jadi Juara Dunia

Setelah tampil mentereng di sepanjang babak kualifikasi, Timnas Inggris diprediksi bakal gemilang pada turnamen Piala dunia 2018 mendatang. Namun, menurut legenda Jerman, Lothar Matthaus, untuk saat ini Tim Nasional Inggris masih belum siap menjuarai Turnamen Empat tahunan tersebut.

Timnas Inggris Dinilai Belum Siap Untuk Jadi Juara Dunia

Dengan sederet talenta yang dimilikinya Timnas Inggris memang tampil mentereng di sepanjang babak kualifikasi kemarin, bahkan mereka sama sekali tak pernah telan kekalahan, dan melaju ke putaran final dengan raihan poin nyaris sempurna.

Sejumlah pemain The Three Lions sendiri sedang tumbuh dan berkembang pesat di level klub seperti Jordan Henderson, Dele Alli, Harry Kane dan masih banyak lagi. Karenanya serangkaian fakta positif tersebut membuat sejumlah pihak meyakini bahwa tim arahan Gareth Southgate berpotensi tampil gemilang pada putaran final di Rusia mendatang.

Lothar Matthaus sendiri mengakui bahwa Tim Nasional Inggris punya sejumlah pemain hebat saat ini, namun kebanyakan dari mereka kurang berpengalaman di pentas interasional, karenanya The Three Lions menurut Matthaus masih belum siap untuk merajai pentas akbar seperti Piala dunia 2018 ini.

“Saya menyukai tim Inggris, di sana ada banyak pemain muda yang bagus, Hasil-hasil bagus terjadi di tim U-21, U-20, U-19 [mereka] dan saya pikir hal itu sangat membantu. Di sana juga ada pelatih bagus di Liga Primer, seperti [Pep] Guardiola], [Jurgen] Klopp. Saya kira para pemain muda bisa mendapatkan manfaat dari pelatih yang punya kualitas dan banyak pengalaman seperti itu.”

“[Namun] mereka butuh waktu. Piala Dunia tahun ini datang terlalu cepat untuk tim Inggris. Tapi saya rasa dalam empat tahun ke depan sesuatu bisa terjadi dengan sepakbola Inggris. Itu juga berlaku untuk level internasional, bukan cuma di level klub,” Matthaus kepada Sky Sports News.

Matthaus sendiri sudah pernah merasakan gelar juara Piala Dunia bersama dengan tim Nasional Jerman pada tahun 1990 Silam.

Advertisements

Ini Pelatih Terbaik Dunia menurut Roberto Carlos

Salah seorang timnas Brasil dan Real Madrid, Roberto Carlos menyebut Zinedine Zidane sebagai pelatih terbaik di dunia saat ini. Bagi Carlos, eks rekannya tersebut sudah membuktikan kualitasnya sebagai pelatih jempolan bersama dengan Real Madrid dalam dua musim terakhir ini.

Ini Pelatih Terbaik Dunia menurut Roberto Carlos

Sebagaimana diketahui, legenda prancis itu mulai menangani Real Madrid sejak musim dingin tahun 2015 lalu. Meski sama sekali tak memiliki pengalaman menangani klub top eropa sebelumya, dan datang saat pergantian tahun , namun manager asal prancis tersebut tetap mampu membawa real Madrid keluar dari periode krisis dan menjuarai turnamen liga champions eropa di akhir musim.

Kemudian pada musim berikutnya, pelatih asal Prancis itu berhasil menjadikan Real madrid sebagai tim pertama dalam sejarah yang memenangi dua titel Liga Champions Eropa dalam dua edisi beruntun. Bahkan, pada musim yang sama, Zidane juga membantu Los Blancos menjuarai La Liga Spanyol.

Sayangnya pada kampanye musim ini, Zidane terlihat cukup kesulitan mengatur para pemainya. Kurangnya opsi di lini depan juga jadi masalah yang cukup serius bagi Real Madrid musim ini, karena alasan tersebutlah banyak yang kembali meragukan kapasitas Zidane.

Tapi menurut legenda Brazil dan Real Madrid Roberto Carlos, bekas rekannya itu tetap merupakan pelatih terbaik dunia saat ini.

“Ia (Zidane) telah membuktikan dirnya adalah manajer terbaik di dunia, Dan sebagai pemain, ia adalah pemain terbaik di dunia, juga ia memenangkan Piala Dunia dan Liga Champions, Ia meninggalkan lapangan sebagai pemain hebat dan profesional, dan sekarang ia adalah manajer hebat yang telah memenangkan segalanya,” serunya pada Omnisport.

Timnas Inggris Akan Kehabisan Tenaga di Piala Dunia

Kendati memiliki sederet pemain bertalenta saat ini, dan tampil meyakinkan di sepanjang babak kualifikasi, tapi Timnsa Inggris diragukan bakal mampu berbicara banyak di ajang Piala dunia 2018 mendatang oleh legenda Belanda Ruud Gullit. Menurutnya, para pemain The Three Lions bakal kehilangan tenaga saat kompetisi tahunan itu digelar nanti.

Timnas Inggris Akan Kehabisan Tenaga di Piala Dunia

Seperti diketahui , Tim Nasional Inggris berhasil melangkah mudah ke putaran final Piala dunia 2018 mendatang setelah melaui babak kualifikasi dengan serangkaian kemenangan dan tak terkalahkan. Dengan sederet talenta muda gemilang yang mereka miliki tentu saja Inggris jadi salah satu tim favorit di ajang Piala Dunia 2018 mendatang.

Namun, legenda sepakbola Belanda dan Barcelona, Ruud Gullit justru merasa pesimis dengan peluang The Three Lions untuk ajang Piala Dunia 2018 mendatang, pasalnya Inggris adalah Negara yang menggelar banyak sekali kompetisi dalam putaran satu musim. Mereka punya tiga kompetisi utama, antara lain Liga Primer Inggris, Piala FA dan Piala Liga.

Banyaknya kompetisi membuat jadwal pertandingan semakin padat merayap, dimana karena alasan tersebut juga menurut Gullit akan menguras tenaga para pemain Timnas Inggris sebelum Piala dunia 2018 mendatang digelar.

“Saya tidak berpikir mereka bisa memenangkannya. Mereka akan kelelahan karena bermain dengan jadwal padat di Inggris, Masalahnya adalah setelah musim yang berat dan panjang, sangat sulit untuk mengisi tenaga di Piala Dunia. Ini masalah mental dan fisik. Saya pikir inilah alasannya mengapa anda tidak lagi melihat pemain bintang tercipta di Piala Dunia sejak tahun 1990,”

“Bahkan Ronaldo atau Messi tidak bermain bagus di Piala Dunia. Anda menginginkannya tapi tubuh anda ingin beristirahat,” ungkap Gullit.

Tidak Ada Wasit Inggris di Piala Dunia 2018, Ini Alasannya

Inggris ternyata tidak memiliki satupun wasit untuk ajang Piala dunia 2018 mendatang, sebagaimana daftar wasit yang sudah dirilis FIFA baru-baru ini. Fakta tersebut cukup mencengangkan, namun Kepala Wasit Mike Riley kemudian menungkapkan alasan dibaliknya.

Tidak Ada Wasit Inggris di Piala Dunia 2018, Ini Alasannya

Piala Dunia 2018 akan digelar dalam beberapa pekan lagi, dan FIFA sendiri sudah mempersiapkan hampir semua hal yang diperlukan, termasuk diantara para wasit yang akan memimpin pertandingan sejak babak penyisihan group sampai partai penutup, alias laga final. Dari daftar yang sudah dirilis tersebut, anehnya tidak ada satupun nama wasit yang berasal dari Inggris.

Ya, tidak ada seorang pun wasit inggris di ajang Piala dunia 2018 mendatang, dan fakta ini sedikit menarik untuk diperbincangkan. Pasalnya, Inggris punya kompetisi yang dikenal sebagai salah satu kompetisi terbaik Eropa bahkan dunia. Lantas, apakah ketiadaan wasit Inggris ini adalah pertanda bahwa memang tidak ada wasit berkualitas di Negeri Ratu Elizabeth tersebut ?

Tentu tidak demikian, berdasarkan penuturan kepala wasit Inggris, Mike Riley, absensi pelatih asal Inggris di ajang Piala dunia 2018 mendatang tidak lain karena timing yang tidak tepat.

“ jika kalian melihat pada prosesnya, Mark (clattenburg) itu dilibatkan dalam seleksi jangka panjang untuk Piala Dunia, dan semua wasit yang ada sudah mengikuti program latihan. Mark kemudian pindah ke Arab Saudi sehingga tidak ada kompetisi tersisa untuk melatih wasit, jadi di sana tidak ada kesempatan untuk menggantikan dia dengan wasit Inggris lainnya.”

“Anda bisa memahami itu dari sudut pandang FIFA; jika mereka menghabiskan waktunya dengan melatih dan mempersiapkan wasit untuk kompetisi tersebut, sebagai bagian dari program tersebut, mereka ingin banyak wasit yang mewakili mereka. Ini hanya soal timing, bukan soal kualitas wasit kami,” tegas Riley

Emre Can Tak Menyesal Tinggalkan Bayern Munchen

Gelandang andalan Liverpool Emre Can, mengaku sama sekali tidak menyesali keputusannya untuk meninggalkan Bayern Munchen di tahun 2013 silam. Menurut gelandang internasional Jerman tersebut, untuk sekarang ini orang-orang bisa menilai bahwa keputusan tersebut sangatlah tepat.

Emre Can Tak Menyesal Tinggalkan Bayern Munchen

Emre Can, 24 tahun, memang merupakan salah satu penggawa Liverpool sejak didatangkan dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas tahun 2014 silam. Nah, sebelum membela Bayer Leverkusen, faktanya can sendiri adalah salah satu penggawa Bayern Munchen bahkan pernah mengenyam pendidikan di tim akademi Juara Bertahan Bundesliga Jerman tersebut selama beberapa tahun terakhir.

Belakangan ini Can jadi pusat perhatian terkait dengan performanya yang gemolang di atas lapangan dan ketertarikan dari sejumlah raksasa Eropa, terutama Juventus diantaranya. Dan saat ditanya terkait dengan keputusannya meninggalkan Bayern munchen pada bursa transfer musim panas tahun 2013 silam, pemain berdarah Turki ini mengaku sama sekali tidak menyesal.

“Tidak, tentu saja tidak, Hari ini kalian bisa melihat bahwa itu adalah keputusan tepat. Waktu itu seperti ini situasinya: Pep Guardiola datang, dan saya sudah memainkan persiapan yang bagus di bawah arahannya. Kemudian kami menjalin percakapan yang sangat, sangat jujur.”

“Saya masih sangat muda dan itu penting bagi saya untuk sering bermain. Dia secara jujur bilang kepada saya: ‘Saya tidak bisa memberimu jaminan bermain setiap pekan’ Kemudian saya melihat kesempatan di Leverkusen. Mereka juga bermain di Liga Champions. Buat kebanyakan orang, itu dianggap langkah mundur. Namun bagi saya itu adalah langkah maju karena saya selalu diandalkan di Leverkusen. Hari ini kalian telah melihat bahwa itu semua terbayar.” ujarnya kepada Sport1.

Saat ini Emre Can sendiri tengah berada pada tahun terakhir dalam kontraknya bersama dengan Liverpool, sementara kontrak baru yang dilayangkan tim Marseyside telah ditolak sang pemain.